Perpamsi dan Inkop-Pamsi Gelar Sosialisasi GIS

Sosialisasi dan diskusi mengenai pengembangan SIG dilakukan di Jakarta, 17 Februari 2011. Diskusi diikuti oleh 25 peserta perwakilan dari beberapa PDAM seperti PDAM Kota Bandung, PDAM Kabupaten Bandung, PDAM Kabupaten Indramayu, PDAM Kabupaten Bogor, PDAM Kota Bogor, PDAM Kabupaten Karawang, PDAM Kabupaten Tasikmalaya, PDAM Kabupaten Cianjur, PDAM Kabupaten Banyumas, dan PDAM Kabupaten Tangerang.
Diskusi dibuka oleh Direktur Eksekutif Perpamsi Ir. H. Agus Sunara. Hadir pula Ketua Inkop-Pamsi Agustan, S.E., dan Kepala Biro Litbang dan Pranata Perpamsi Ir. Sukmayeni Sy, M.M.
Dalam sambutannya, Direktur Eksekutif Perpamsi Ir. H. Agus Sunara menekankan pentingnya PDAM memiliki atau mengaplikasikan SIG sebagai basis data dalam bentuk peta digital. Dengan mengaplikasikan SIG, akan memudahkan PDAM dalam mengolah data di lapangan, menganalisis dan membuat suatu keputusan maupun perencanaan.
Agus yang juga mantan Direktur Utama PDAM Kota Jambi menyarankan PDAM untuk segera mengaplikasikan SIG demi kebaikan PDAM itu sendiri di masa yang akan datang. “Tidak perlu menunggu PDAM besar dulu baru membangun SIG karena nantinya akan repot sendiri,” sarannya.
Informasi lain yang disampaikan Agus adalah pentingnya PDAM memiliki meter induk yang realiable (bisa diandalkan akurasinya). Karena ke depan hal ini kemungkinan akan menjadi salah satu persyaratan dari Kementerian Pekerjaan Umum untuk memberikan bantuan teknis maupun ban¬tuan proyek kepada PDAM. “Kita sudah dua kali rapat dan kemungkinan akan segera dibuat keputusannya,” katanya.
Sementara Ketua Inkop-Pamsi Agustan, S.E., memberikan peluang bagi PDAM yang berminat membangun SIG namun terkendala persoalan pembiayaan. Peluang ini tak hanya berlaku untuk membangun SIG namun juga berlaku untuk pembelian barang kebutuhan PDAM lainnya.
“Jadi sistem pembayarannya bisa mencicil (kredit), apakah 1 atau 2 tahun nanti bisa kita hitung bersama-sama,” terang Agustan.
Sejak mengemban amanah selaku Ketua Inkop-Pamsi yang baru terhitung Agustus 2010, Agustan terus melakukan pembenahan di tubuh Inkop-Pamsi, termasuk menggenjot aset yang tidak produktif dan melirik sejumlah peluang usaha prospektif. Hasilnya, kalau pada Agustus 2010 omset penjualan hanya Rp1,2 miliar, maka terhitung Agustus hingga Desember 2010 omset penjualan Inkop-Pamsi tercatat lebih dari Rp4 miliar.
“Secara manajemen Inkop-Pamsi sedang berbenah. Dan saya hanya berharap Perpamsi bisa memayungi, memberi fasilitas dan ruang. Tidak lebih dari itu. Ke depan Inkop-Pamsi tidak akan meminta bantuan dana. Kami sudah memilki perencanaan 5 tahun ke depan,” tandas Agustan.
Secara umum, forum sosialiasi dan diskusi berlangsung tertib dan lancar. Selain penjelasan mengenai fasilitas pendanaan yang disampaikan Agustan, pihak Inkop-Pamsi melalui Kepala Divisi IT Bagus Aryo Sapto juga menjelaskan secara teknis menyangkut definisi mengenai SIG, apa pentingnya SIG bagi PDAM, beberapa aplikasi SIG dan perangkatnya, hingga sistem aplikasi SIG berbasis web. AZ

http://perpamsi.or.id/news_detail.php?id=575